COVID-19 di Jombang Meningkat, Kadisdikbud : Ada Kemungkinan PTM Dihentikan

Keterangan foto : Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Beritabangsa.com, Jombang – Agus Purnomo Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jombang mengatakan, semakin hari di beberapa pendidikan di Jombang longgar dengan aturan penerapan protokol kesehatan.

Dalam hal itu, pihaknya meminta kepada seluruh instansi pendidikan, mulai dari badan pengajar maupun pelajar untuk tetap secara ketat menerapkan protokol kesehatan dimana pun berada.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

“Meski pembelajaran tatap muka ini sudah berjalan dengan lancar, namun sebagian terdapat beberapa pendidikan di Jombang ini masih longgar dengan penerapan prokesnya,” ungkap Agus Kadisdikbud Jombang, Selasa (22/6/2021).

Berita Menarik Lainnya:  RSDLB Bersiap Diri Antisipasi Varian Baru Covid-19 Jelang Nataru

Pria yang kerap disapa Agus itu menyebutkan, sudah terdapat 3 pelajar yang terpapar virus yang kerap disapa korona itu. Kemudian setelah melaksanakan pemantauan turun lapangan, dirinya mengatakan bahwa masih ada sebagian yang masih belum menerapkan prokes.

“Masyarakat Jombang yang terpapar virus ini semakin banyak, kemarin yang awalnya 18 kini sampai 121 orang. Sebelumnya juga menimpa kepada salah satu pelajar di SDN Kayen, ada juga di sengon, dan di daerah utara juga. Ya memang, karena pas saya pantau turun langsung ke lapangan memang masih ada sebagian tak patuh Prokes. Seperti di Plandaan, maskernya yang tidak dipakai,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  LPM Suramadu Tolak Perpres Miras

Mengetahui hal itu, dirinya secara langsung bertindak tegas mengucapkan, apabila kasus COVID-19 di Jombang ini akan terus berlanjut ada peningkatan. Maka dikatakan akan ada kemungkinan PTM di Jombang akan dihentikan.

“Sementara setelah liburan depan ini masih belum ada ketentuan, masih offline atau tidak. Namun saya imbau kepada pelajar untuk manfaatkan masa liburan dengan belajar untuk persiapan berani menjadi pelajar yang berprestasi dan berdaya saing,” katanya saat diwawancarai Beritabangsa.com.

Berita Menarik Lainnya:  Pembukaan L.O.S. SMP Ta'miriyah Tanamkan Nilai Aswaja an Nahdliyah Pada Siswa Baru

“Akan tetapi apabila masyarakat masih minim dengan menerapkan seluruh aturan dalam Prokes, dan data COVID-19 terus meningkat. Maka kemungkinan ada ketentuan, PTM ini akan dihentikan” lanjutnya dengan tegas.

Jadi sebagai harapannya dalam tiap pertemuan kedepannya, untuk saling menegur atau mengingatkan bila mana masih terdapat pelajar ataupun pendidik yang tidak menerapkan Prokes.

“Mari kita saling tumbuhkan keterikatannya, apabila melihat masyarakat sekitarnya tidak menerapkan Prokes untuk saling mengingatkan. Karena hal itu demi kesehatan bersama, serta sama-sama berusaha melawan virus COVID-19 ini akan segera selesai,” imbuhnya penuh harap.

Reporter : Fa’iz
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *