BPCB Jatim Eskavasi Terakhir di Situs Pandegong Jombang, Begini Hasilnya

Tampak terjadi pekerjaan eskavasi terakhir di Situs Pandegong Jombang, Minggu (21/11/2021) | Foto: Fa'iz
Tampak terjadi pekerjaan eskavasi terakhir di Situs Pandegong Jombang, Minggu (21/11/2021) | Foto: Fa'iz

Beritabangsa.com, Jombang – Di hari ke-10 atau terakhir pekerjaan eskavasi situs Pandegong, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mampu menampakkan struktur sebuah Candi.

Arkeolog BPCB Jatim, Albertus Agung Vidi Susanto mengatakan eskavasi menunjukkan struktur dan denah pada situs Pandegong sudah mencapai 70 persen.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

“70 persen itu kita sudah bisa menampakkan dimensi dari candi ini. Dari sisi barat 7,8, sama dengan dari sisi sebelah timur. Jadi bangunan ini diketahui menghadap ke arah barat,” ujarnya pada awak media, Minggu (21/11/2021).

Selain struktur, ia juga menemukan serta mengamankan barang-barang temuan yang bersejarah di zaman itu mulai dari yoni, fragmen arca, hingga pecahan keramik dan gerabah.

“Fragmen arca itu berpasangan: Arca Nandiswara dan Arca Mahakala. Kemarin lagi struktur di bagian barat candi ini, akan tetapi hanya tinggal satu lapis,” bebernya, di lokasi.

Berita Menarik Lainnya:  Sekjen BaGusS Apresiasi Penghargaan Opini WTP yang Diraih Pemprov Jatim

Bangunan Diduga Tempat Pemujaan

Dari hasil eskavasi yang dilakukan dalam waktu 10 hari, pria yang kerap disapa Vidi itu menerangkan, penemuan barang dan penampakan candi, diduga sebagai tempat pemujaan umat di masa Hindu.

“Tapi yang dipuja bukan strukturnya, tapi ada sesuatu yang dipuja pada bangunan ini. Karena dari arah bangunan ini menghadap ke siwa, kalau diperkirakan dari barang-barang yang sudah kami temukan,” tuturnya.

Untuk memastikan merupakan salah satu bangunan zaman itu pihaknya mengaku belum mengetahui.

Sementara, ia mengatakan bangunan di situs Pandegong ini sudah ada sebelum kerajaan Majapahit.

“Terkait itu masih belum kita ketahui benar. Tapi untuk sementara ini, dari kaki-kaki candi yang mulai tampak ini, bangunan tersebut diperkirakan sudah ada sebelum kerajaan Majapahit. Tapi tidak ada dalam catatan Belanda,” katanya.

Diduga Masih Ada Fragmen Arca Yang Tertimbun

BPCB Jatim memperkirakan jika dalam bangunan itu, masih ada beberapa fragmen arca yang tertimbun. Kendati demikian, dari petugas eskavasi masih bisa memastikan berapa jumlah fragmen arca yang masih belum ditemukan.

Berita Menarik Lainnya:  Pantau Vaksinasi Di Ponpes Jombang, Kapolda Jatim: Masyarakat Tetap Waspada!

Hal ini disampaikan oleh Pamong Ahli Pertama BPCB Jatim, Andi Muhammad Said. Dalam penjelasannya menyampaikan jika proses eskavasi situs Pandegong butuh untuk dilakukan tahap lanjutan.

“Karena dengan hasil penemuan dan apa yang sudah kami tampakkan ini, justru bangunan ini diperkirakan bangunan yang besar dan luas. Tapi kalau soal berapa arca yang masih tertimbun itu, kita tidak bisa menduga duga. Namun biasanya ada di setiap sudutnya,” tuturnya.

Kemudian melihat dari hasil eskavasi itu, menurut Sa’id mengatakan kerusakan badan candi diperkirakan sekitar 50 persen. Karena sebelumnya menuturkan jika kendala selama tahap eskavasi yakni, terdapat beberapa pohon besar di kawasan setempat.

“Jadi harus hati-hati, kalau sembarangan kan takut merusak bangunan. Nah akar-akar dari pohon itu sampai ke badan candi,” katanya.

Pemdes Diminta Amankan Situs

Guna mengamankan bangunan yang sudah dilakukan eskavasi, Said meminta pemerintah desa (Pemdes) diminta mengamankan.

Berita Menarik Lainnya:  Polisi Autopsi Mayat Gadis Telanjang di Area Persawahan Jombang

“Ini bahaya kalau pas musim hujan begini, bisa-bisa rusak. Maka dari itu setidaknya diberikan atap, dan garis pembatas bagi warga yang akan berkunjung ke situs ini,” katanya saat ditemui.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Menganto Yunus Ardiansyah, mengatakan siap untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada bangunan ini. Pihaknya mengaku melakukan sosialisasi terlebih dahulu, bersama masyarakat setempat.

“Sudah kami pastikan kalau setelah pembersihan ini akan dilakukan pengamanan. Akan diberi atap dan pagar, kemungkinan juga berjaga secara bergantian,” paparnya.

Sementara itu Yunus berharap terhadap masyarakat setempat, agar bisa menjadi bersama bangunan Candi tersebut. Selain itu bisa menghormati leluhur yang diduga menjadi sosok pembabat alas Dusun setempat.

“Hari ini kami melakukan syukuran dulu lah begitu. Kalau kedepannya masih rencana, kalau nanti eskavasi ini sudah selesai dan terlihat hasil terakhirnya, akan kami buatkan kawasan ini sebagai wisata Desa,” imbuhnya memungkasi.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *